1 JANGAN MENYERAH
( DINA KD )
" Aku mencintaimu,Pak masumi " hampir sepelan angin
yang berdesir seakan kalah oleh debur ombak yang mengalun tiada berhenti
" aku benar benar mencintai anda " katanya lagi sambil memandang lelaki
dihadapannya yang tampak kabur karena tirai air mata yang mengalir "
bersama atau tidak ,ada atau tidak tak kan mengubah perasaanku pada anda
,jadi ......aku mohon ...jangan ucapkan kata berpisah .....karena aku
bisa mati "
“ pergilah ke Izu ,Nona akan bertemu dengan
seseorang yang anda cari “ kata pria itu pelan ,menatap Maya yang Nampak
pucat . Maya membeliakkan matanya yang sembab . “ Apa yang anda cari
ada di Izu ,mungkin ini kesempatan terakhir anda untuk bertemu
dengannya “kata Hijiri sekali lagi “ Tidakkah anda ingin bertemu Mawar
Ungu “
***************
Udara malam yang dingin menyambut Maya di Izu
malam ini ,Angin mengibarkan rambut Maya, Ia mempercepat langkah kakinya
. Langkah kakinya terhenti ketika melihat pria yang dicintainya
memandang langit malam yang suram . Kesedihannya Nampak diseluruh
tubuhnya ,seakan hanya angin yang mampu meredamkan gejolak yang terjadi
di jiwanya .
udara malam menusuk hingga ke relung hati ,Maya
memandang pantai yang gelap ,ia menatap langit yang kelam ,angin
mengeringkan air mata yang sedari tadi mengalir . Maya mendesah " Angin
....tak bisakah kau sampaikan perasanku " setetes air mengenai wajahnya
yang sarat kesedihan "hujan ........turunkan air mengalirkan perasaanku
padanya " . Tiba tiba ia mendengar suara langkah kaki .Walau dalam
gelapnya malam ia mengenalinya bayangan yang mendekat " waktu ......
Tak bisakah membantuku …….bisakah kamu melindungi perasaannya ,pria yang
lebih penting bahkan dari hidupku .karna aku tak ingin mengucapkan kata
kata perpisahan dengannya "
“ Mungil ………” kata Masumi , Melihat wanita yang
dicintai berdiri di depannya ,hati Masumi seperti tercabik cabik .
Wanita dihadapannya adalah wanita yang ia damba lebih dari apa pun .
Hatinya seakan terbelah antara tanggung jawab atau……..wanita di
hadapannya .
Air mata Maya kembali mengalir .Sekali lagi ia
melihat kearah laut yang kelam. “ mawar ungu …….. anda tahu aku berjanji
padanya untuk menjadi bidadari merah terhebat . Apa anda tahu selama
ini aku bertahan karena mawar ungu . Aku tak peduli dunia berkata apa
tentangku selama mawar ungu mempercayaiku, tak peduli kesempatan aku
hanya 1 % atau 50 % atau 100 % selama dia mempercayainya ,aku akan
berjuang ,aku akan melawan ,aku akan bertahan ….hanya untuknya .
Masumi yang memandang laut tersenyum getir “ kamu
mengatahuinya …… kau mengatahuinya ……apa hijiri yang memberi tahumu “
katanya lagi . Maya mengembangkan senyum walau air matanya masih saja
mengalir “ tanpa diberitahu pun aku sudah tahu bahwa anda lah Mawar Ungu
“ Untuk pertama kali di malam itu senyum Maya mengembang “ tak perlu
menjadi jenius untuk mengatahui andalah Mawar Ungu “
“ hahahahaha ……” Masumi tertawa ,tapi sejurus kemudian entah
kenapa tawa itu berubah menjadi keheningan .Keduanya memandang lautan
yang diiringi nyanyian debur ombak yang entah kenapa seakan menyampaikan
kesedihan mereka .
“ Mungil ….. maafkan aku. Aku benar benar minta maaf ….. aku
……aku …..” Masumi tak bisa meneruskannya ,kali ini air mata Pak masumi
runtuh . tangannya mengepal berusaha menahan kesedihan yang membuncah di
dadanya . Tak tahu bagaimana caranya menyampaikan perasaannya .
Keputusannya kali ini tidak hanya melukai wanita yang dia cintai tapi
melukai hatinya .” hanya ……. Lupakan saja aku “ lanjutnya pelan .
keheningan kembali menyelimuti keduanya .
“ Pak masumi selama di perjalanan ke Izu ,aku memikirkannya
…… kenangan apa yang beharga terjadi sepanjang hidupku . Apakah anda
tahu kenangan berharga milikku dipenuhi oleh anda atau berkat anda .
Jadi bagaimana aku bisa melupakan anda …… bisakah anda melupakanku ? “
Masumi menghela nafasnya panjang “ kamu tahu jawabnya Maya
,walau pun aku bisa mengatakan sebaliknya tapi …….sejujurnya ……… aku tak
kan bisa melupakanmu “ Masumi memejamkan matanya ,tangannya kembali
mengepal sembari menguatkan dirinya " Aku mencintaimu,Pak masumi "
hampir sepelan angin yang berdesir seakan kalah oleh debur ombak yang
mengalun tiada berhenti " aku benar benar mencintai anda " katanya lagi
sambil memandang lelaki dihadapannya yang tampak kabur karena tirai air
mata yang mengalir " bersama atau tidak ,ada atau tidak tak kan mengubah
perasaanku pada anda ,jadi ......aku mohon ...jangan ucapkan kata
berpisah .....karena aku bisa mati "
“ Maya ……..” kata Masumi ,tapi kata katanya tertahan ,seakan
baru menyadari keadaan Maya , gadis itu Nampak gemetar dari ujung kaki
hingga rambutnya ,walaupun gelap Masumi yakin wajah gadis yang dicintai
pucat pasi ,dipeluknya gadis itu , kehangatan dan wangi Maya
menyelimutinya ,dan entah bagaimana bisa menenangkan perasaannya yang
terombang ambing yang mengendap dalam hatinya .Gadis dalam pelukannya
yang ia cintai tapi apa yang harus dilakukan pada Shiori . Rasa bersalah
yang membuat memilih keputusan ini .Tapi sekarang saat Maya
dipelukannya ,merasakan kehangatan .kesedihan dan air mata Maya . Ia tak
yakin sanggup menjalankan pilihannya .
“Apa yang harus aku lakukan Mungil , laki laki macam apa aku
ini bila aku meninggal kan Shiori ,ia sakit gara gara aku “ kata Masumi .
Maya mendongakkan wajahnya “ lalu wanita macam aku ini bila mengatahui
pria dicintainya menuju jurang kehancuran tanpa mencegahnya “ .
Dipeluknya pria yang dicintai itu semakin erat menikmati moment ini .”
Aku tak pernah meminta anda meninggalkannya , aku juga tidak meminta
untuk memilihku saat ini . Aku hanya minta …… jangan menyerah ……aku
mohon …jangan menyerah . Tak peduli berapa lama yang anda butuhkan ,aku
akan tetap menanti “
“Mungil …..” kata Masumi pelan ,ia tak bisa mengatakan apa
apa . Gadis dalam pelukannya begitu mencintainya ,begitu mempercayainya .
Perasaan Masumi melambung , walau Masumi mengatahui perasaan Shiori
tapi Masumi malah menganggapnya sebagai beban tapi berbeda dengan Maya ,
Ia seakan melayang ke langit ke tujuh .
Ia memandang wajah gadis yang dipeluknya dan entah siapa yang
memulai wajah mereka semakin mendekat . Lalu Masumi mencium gadis itu
,dan keberadaan mereka berdua seakan menghilang dalam hangatnya pelukan.
Maya tak yakin bagaimana wajahnya yang terasa panas ,ia masih
mencengkram jas Masumi ,tangannya masih gemetar . Tapi hal yang
membuatnya sedikit bersyukur tangan masami tak kalah gemetar .Sedangkan
wajahnya masih tersembunyi didada Masumi . Ia dapat merasakan bibir
Masumi yang menempel di puncak kepalanya . Menyadarinya dan mengingat
bibir masumi membuatnya Maya gemetar kembali.
Masumi mempererat pelukannya ,saat menyadari Maya gemetar “
dingin ……” Tanya nya pelan ,Maya hanya menggeleng pelan . “ Maya ……aku
merasa tak adil jika memintamu menunggu tapi …..aku tak akan menyerah
…..selama kamu nenungguku ….aku tak akan menyerah ….. aku akan berjuang ,
Badai ini mungkin lama dan berliku tapi aku akan memintamu sekali lagi
untuk mempercayaiku .” Maya melonggarkan pelukannya ,dan memandaang
Masumi dan tersenyum manis “aku mempercayai anda ,aku selalu mempercayai
anda ,apa anda tahu aku perna menyadari sejak kapan menyukai anda ,apa
sejak kita berperahu di taman di musim panas itu ,atau saat anda di
planetarium malam itu atau …….. saat anda membantuku mencarikan tempat
dudukku di gedung itu ,tapi yang membuatku kuat kali ini bukan itu
…..yang membuatku bertahan kali ini …..” tiba tiba Maya mengerutkan
dahinya seakan akan berpikir dan sekali lagi menyembunyikan wajahnya di
dada masumi dan berbisik “ mengetahui perasaan anda yang belum pernah
anda ungkapkan “
“ ahh …..” kata Masumi pelan . Saat ia menyadari bahwa dia
belum mengungkapkan perasaannya . Dan entah kenapa wajah Masumi memerah ,
ia menjauhkan badan Maya ,ia mendongakkan wajah Maya yang sudah seperti
tomat masak “aku mencintaimu Maya Kitajima , aku benar benar
mencintaimu sekarang dan selamanya “
Maya memeluk Masumi kembali ,ia merasakan kebahagiaan yang
luar biasa tak peduli apa yang terjadi hari esok . hari ini Masumi
miliknya dan kebahagiaan dan moment ini adalah miliknya dan tak seorang
pun yang bisa merebutnya . Entah itu Shiori atau bahkan Eisuke .
( the End )