Can't You Hold Me Once More Time? Ch. 4
(By. Dina KD)
Where did you go,
you who just passed me by and left?
Are you doing fine,
at a place without me by your side?
Hoping you’ll come back,
the times I’ve waited for you
just to hold you once more..........
Setahun kemudian ( dua tahun setelah Maya meninggalkan Jepang)
" Hmmm,kini aku tahu kenapa kamu bisa menjadi artis papan atas Maya "kata william sambil
menyesap kopi di sebuah cafe " selain bakat kamu mau bekerja keras dan
mau belajar.tidak semua artis mau menghadapi latihan seperti itu ". Pagi
ini mereka berdua sedang sarapan bersama .Maya seperti perjanjian akan
membintangi sebuah drama musikal ,selain akting ,maya harus berlatih
vokal dan tarian .Dan seperti biasa Maya berhasil walau dengan penuh
perjuangan karena latihan yang dihadapi sangat berat .
Maya
tersenyum kemudian tertawa kecil " Ahh ,latihan yang saya hadapi tidak
lebih berat ketika bermain Puck atau bidadari merah " kata Maya " untuk
bermain Puck aku harus bergerak sesuai musik agar aku bisa menjadi peri
tercepat " William tersenyum " maksudmu kamu pernah bermain sebagai Puck
di Midsummer night's Dream
/mimpi di tengah musim panas " Maya tersenyum sambil menganggukan
kepala."Akh ...sayang aku tidak melihatnya ,padahal aku paling suka
drama dari William Shakespeare" kata William. " ahh iya aku punya kabar
bagus Maya " lanjutnya .Maya melihat william dengan pandangan bertanya .
"
Kamu sudah bisa kembali ke Jepang ,Maya " kata William tersenyum ,"
Kamu bisa mendapatkan Masumi-mu kembali " Maya tampak gembira .Ia nampak
lain dari setahun yang lalu .Masih Maya yang sama tapi berubah
penampilan .Maya tidak lagi memakai pakaian asal asalan seperti dulu
.Kukunya tetap tidak berwarna tapi jelas terawat ,rambutnya terurai
indah berkat seminggu sekali perawatan di salon ,pakaian Maya mungkin
bukan yang termahal tapi enak dipandang dan di wajahnya hanya dihias
dengan riasan tipis.Wajah kelelahan yang dulu hinggap di wajah maya tak
kelihatan lagi .Alice membantunya mengatur jadwal karena kontrak dengan
Arthur's Interprise bersifat eksklusif,jadi Maya tidak menerima kontrak
lain .
Dan
entah mengapa ,mungkin karena ada sifat kekanak kanakan dari Maya,Alice
dan William memperlakukan Maya seperti anaknya sendiri ,melindungi tapi
juga mendidik Maya .William yang tinggal sendiri semenjak kematian
istri dan anaknya dan terkenal sulit
didekati ternyata menyayangi Maya .Wajar kebanyakan dari mereka yang
mendekati William karena menginginkan hartanya yang melimpah ruah
.Sedangkan Maya, memberinya sebuah kalung saja sulit sekali dan sering
kali William menggunakan alasan bisnis agar hadiah bisa diterima Maya
.Mereka berdua sadar betul,Maya sangat lugu ,menghadapi dunia dengan
hitam dan putih dan tanpa disadari membuat mereka
ingin melindunginya.Dan entah kenapa ia seperti melihat anak
perempuannya yang telah tiada dalam diri Maya ,mungkin karena sifat yang
sama . William tersenyum sendu " Bila Juliet tidak meninggal pasti ia
sebesar Maya " Dan semenjak itu ia menganggap Maya seperti putrinya
sendiri .
"
Benarkah ?" tanya Maya ,senyum Maya tidak terlepas dari bibirnya ,ia
kelihatan bahagia ,ada binar binar di matanya ,yang hanya dilihat bila
Maya berakting .Maya nampak cantik ,William bahkan melihat beberapa pria
menoleh dan memperhatikan Maya
.Tapi seperti biasa Maya mengacuhkannya,William menghela nafas " semoga
sepadan dengan Masumi -mu " kata William yang disambut dengan wajah
bingung Maya " hah" hanya itu komentar Maya .
****************
Masumi
membaca laporan Hijiri tentang perusahaan Takamiya . Dan Masumi
terkejut jelas ada pihak pihak tertentu yang ingin menghancurkannya."
bagaimana reaksi tuan Takamiya" Hijiri langsung menjawab"mereka telah
mengatahui Pak Masumi ,tapi sayang mereka sedikit terlambat " Masumi
mendesah" bagaimana mereka bisa tidak tahu "lalu Masumi kembali bertanya " apakah ada indikasi mereka juga akankah mereka menyerang
kita " Hijiri kali ini memandang dengan sedikit khawatir " saya tidak
tahu ,tapi kemungkinan besar mereka dari perusahaan korea tapi saya
sendiri masih belum yakin " Hijiri kemudian berkata " kemumgkinan saya
harus berangkat sendiri ke Korea " Masumi menganggukan kepala "
pergilah"
***********************************
Maya
tiba di Tokyo ,ia baru keluar dari bandara .Ia ditemani oleh Albert
salah satu tangan kanan William dan Tony yang merupakan karyawan andalan
William,keduanya diperintahkan untuk mengawal Maya dan membantu Maya
mendapatkan keinginannya ." Maya ,kita langsung ke kantor Daito atau ke
hotel dulu? " tanya Albert
.Maya berfikir sesaat " Daito " kata Maya sambil masuk ke dalam limosin
yang disediakan untuknya . Albert dan Tony hanya tersenyum sebelum
menyusul masuk ke dalam mobil.
Maya
memasuki Daito sesaat ia memandang ke sekelilingnya ,Maya tersenyum tak
ada yang berubah .Ia mendekati resepsionis "Good afternoon, we were
from Arthur interprise, we want to meet with Mr. Masumi Hiyami, we
already have the promise"kata Maya dengan bahasa Inggris tanpa cela
.Sang resepsionis tampak kebingungan .Rupanya ia tidak bisa berbahasa
Inggris . Maya tersenyum dan
mengulang perkataannya dengan bahasa jepang . Resepsionis tersenyum dan
meminta Maya untuk menunggu .Kemudian setelah berbicara beberapa saat
sang Resepsionis akan mengantar ke ruang kerja Masumi .Maya
menghentikannya sambil tersenyum " tidak perlu ,saya sudah tahu
tempatnya ,kecuali kalau Pak Masumi pindah kantor ?" tanya Maya
.Resepsionis hanya menggelengkan kepala bingung mengetahui tamunya bisa
mengetahui letak kantor bosnya .
Mereka
meninggalkan resepsionis yang kebingungan dan memasuki lift .Iseng Tony
bertanya " seberapa sering anda ke sini? " tanyanya ke Maya ," sesering
anda ke rumah tunangan anda " jawab Maya ." Ahh" kata Toni sambil
menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan Albert hanya tersenyum .
"Aku
Artis Daito ,apakah kalian lupa ?" .Albert tersenyum sambil membetulkan
kacamatanya " apakah anda datang kesini untuk urusan pekerjaan saat itu
? " Maya memandang Albert melalui pantulan dinding lift " no comment "
,Tony tertawa geli " Maya ,kami bukan wartawan " Maya menoleh ke Tony "
still no comment. " Keduanya masih tertawa geli ketika lift terbuka.
Maya
melihat Mizuki berdiri di depan lift untuk menyambut tamunya dari
Amerika .Tapi ia melongo ketika mengetahui ternyata Maya yang datang ."
Nona Mizuki ,ahh anda kelihatan hebat " Kata Maya sambil memeluk Mizuki "
Ma....Maya ,kapan anda datang " tanya Mizuki sedikit tergagap . Maya
tersenyum " kami baru saja datang " ,Maya melepas pelukannya "apakah kami
bisa bertemu dengan Pak Masumi ,Nona Mizuki " tanya Maya ."tentu saja
,sebentar aku akan memberitahunya " sambil melangkah ke arah pintu
kantor Masumi " Nona Mizuki ,jangan katakan kalau aku yang datang " kata
Maya .Mizuki tampak ragu sebelum mengangguk dan menghilang di balik
pintu
"
apa yang kamu lakukan Maya?" tanya Albert " Kamu ingin kekasihmu kena
serangan Jantung " lanjutnya ,tapi Maya hanya tersenyum " Kurasa kita
harus menyiagakan ambulance " kata Tony ke rekan kerjanya yang disambut
pelototan dari Maya .
Mizuki menyilahkan Maya masuk ke dalam kantor Masumi .Maya masih berdiri dekat pintu ketika melihat Masumi .Masumi
masih belum melihatnya ,ia masih menunduk mematikan komputer sebelum
melihat tamunya dan ia terpaku .Ia memandang ke depan dengan wajah tak
percaya dan seakan kehilangan suaranya .Masumi terdiam hanya memandang
Maya dengan mata membeliak . Sedangkan Maya tidak berbeda terpaku di
tempat . Albert tersenyum "Maya ,kami menunggu di luar " katanya sambil
menarik Tony yang kelihatan tertarik melihat Maya dan Masumi " haruskah ?
" tanyanya ke Albert ,yang langsung diseret Albert keluar ruangan
.Masumi mulai berjalan ke arah Maya dan Maya berlari ke dalam pelukan
Masumi .Tanpa terasa air mata Maya turun 'akhirnya aku bisa memeluk anda
lagi ' kata Maya dalam hati ,sambil mempererat pelukannya kepada Masumi
.
Masumi
belum melepaskan pelukannya ia mengamati gadis itu dari dekat
diselusuri wajah Maya dengan jarinya ,ia memandang Maya dengan lekat
seakan akan tak ingin lepas memandang Maya .Maya pun melakukan hal yang
sama "anda sudah berjanji ....berjanji untuk tidak membuatku khawatir
tapi lihatlah anda begitu kurus" kata Maya .Masumi tersenyum " aku punya
banyak pekerjaan,bagaimana dengan kamu ?"tanyanya" aku juga punya
banyak pekerjaan tapi itu bukan alasan untuk mengabaikan kesehatan anda"
kata Maya .Sekali lagi Masumi tersenyum" Apakah kamu datang ke sini
untuk mengomeliku ?" Maya tertawa " tidak ,aku datang untuk memeluk anda
,Pak Masumi " dan untuk memeperjelas tujuannya Maya kembali memeluk
Masumi bahkan menyandarkan kepalanya ke dada Masumi.Yang bisa dilakukan
Masumi hanya memeluknya dengan erat dan mencium puncak kepala Maya .
Maya
hampir terjatuh bila tidak ditahan Masumi " ow ,kenapa Maya? Apakah
kamu sakit ?" tanya Masumi sambil buru buru mendudukan Maya ke sofa
.Maya tersenyum "Mungkin jetlag ,16 jam berada di pesawat ,membuatku
sedikit pusing " Masumi sedikit merasa bersalah " Akan aku panggilkan
dokter " katanya sambil beranjak ke meja .Tapi Maya menggeleng " tidak
perlu ,lebih baik aku kembali ke Hotel" .Masumi berlutut di depan Maya "
kamu yakin ? " mengamati Maya dengan wajah khawatir .Maya tersenyum
menenangkannya " hanya butuh istirahat " .Maya memandang Masumi,tak tahan ia mengangkat tangannya membelai pipi masumi "
aku rasa aku harus kembali ke Hotel. " Masumi menganggukkan kepala tapi
masih tetap berlutut di depan Maya dan memegang tangan maya yang berada
di pipinya seakan enggan melepaskan Maya
******************************
"Apa
....kita kalah Tender lagi " Shinnosuke Takamiya .Raut wajahnya sama
sekali tidak menyenangkan .Hampir setahun ini perusahaan Takamiya
sedikit demi sedikit mengalami kemunduran dan hari ini ,dengan kalahnya
tender ini ,hilang pula kesempatannya untuk menyelamatkan perusahaan ,Ia
menghela nafas " bagaimana dengan penyelidikan tentang kekacauan saham
perusahaan " tanyanya kepada pegawai kepercayaannya yang tidak berani
mengangkat kepala" Masih dalam penyelidikan Tuan Shinnosuke
,kelihatannya yang melakukan bukan dari Jepang" Shinnosuke mengerutkan
dahi dan berpikir keras.
Shiori
memandang dari balik jendela ,didepannya ada segelas Anggur yang telah
setengah kosong .Ia telah meminum beberapa gelas ketika Bibi pengurus
Takamiya datang terburu buru " nona ....nona ....celaka ?" katanya
sambil Mendekati majikannya .Shiori yang setengah Mabuk ,marah karena
suara keras itu membuatnya sakit kepala " berisik ...tidak perlu
berteriak Bibi ,aku belom tuli." Yang dipanggil Bibi mendesah " nona
,anda minum lagi ?" katanya sambil membereskan tumpukan Majalah yang
dibuang Shiori dilantai " ada
apa sebenarnya ?" tanya Shiori " ada masalah di Perusahaan ayah anda "
jawab si bibi . Shiori meminum sedikit anggur si gelas " setiap hari
juga ada masalah ,apa anehnya " .Bukan begitu nona ,ini masalah sangat
serius ,perusahaan terancam bangkrut " Shiori yang terkejut langsung
berdiri dan limbung karena sedikit mabuk "sebenarnya apa yang terjadi ?"
***************
Maya
sedang sarapan di restaurant hotel ketika kedua orang tersebut datang
"bagaimana ,sudah enakan ?" kata Tony kepada Maya .Maya hanya
menganggukkan kepala " kalian akan ke Daito ?" tanya Maya ." Mereka
memesan sarapan dan menjawab " setelah sarapan" kata Tony " kenapa ,anda
ingin ikut " tanya Albert .Tony tertawa " lebih baik tidak,Masumi nanti
tidak bisa konsentrasi " Maya cemberut " Pak Masumi takkan seperti itu
".Sekali lagi mereka berdua tertawa .
"
Apa kru film akan datang " kata Albert kemudian ,Maya mengangguk " iya
selama 3 hari ini akan datang bertahap,mereka akan menginap di hotel ini
juga " aku juga pinjam ruang rapat di hotel ini sebagai ruang kerja "
Tony memandang Maya " william ingin anda yang menanganinya Maya ,tapi
bila ada kesulitan,jangan sungkan untuk bertanya atau meminta bantuan "
.Maya tersenyum penuh semangat " jangan khawatir aku akan berusaha ". "
maya mengambil jus jeruk dan meminumnya " aku benar benar semangat
apalagi film ini aku akan bermain dengan Ayumi dan temanku yang lainnya "
Maya
memeluk mereka ,teman teman dari teather ijjujiku dan teather Bu mayuko
," Wow ,Maya jika kamu tidak menyapa kami ,kami takkan tahu " kata Rei
tersenyum " wah Maya kamu tambah cantik " kata Sayaka dan mereka ramai
memberikan komentar tentang perubahan Maya .Mereka nampak
bergurau.ketika Hotta tiba tiba bertama " Maya ,boleh aku bertanya ,tiga
bulan yang lalu kami sudah lulus audisi dan akan ikut ambil bagian di
film " Yokohama "tapi tiga hari yang lalu kami diminta audisi lagidan menurut kabar beredar kemungkinan kami tidak jadi ikut bermain di film tersebut "
Maya mengerutkan dahi " lo kenapa ? Syuting di jepang sudah akan
dimulai mana sempat audisi lagi " Maya menghela nafas " bukankah kalian
sudah mengepas kostum segala " kali ini Rei menjawab " benar maya kami
melakukannya sekitar 2 minggu yang lalu " Maya menatap Hotta " dan atas
permintaan siapakah audisi ini " ,Hotta menjawab " dari Mr.Robert " kali
ini Maya melongo " dan siapa Mr Robert itu ? " Hotta memandang bingung "
katanya sih sutradara " .Maya makin tidak mengerti " yang menjadi
sutradara adalah Nicolas whaterspoon " , Maya menekan beberapa tombol di
handphone " stephanie,kenapa situasi di Jepang begitu berantakan ?"
,terdengar suara yang menerangkan sesuatu ,kemudian Maya memberi
perintah " aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi ,suruh orang
menyelidikinya ,aku ingin besok pagi sudah mendapat laporannya "
*****************************************
Masumi
memandang gelisah seharian ini ia belum melihat Maya ,menurut rekan
kerjanya Maya sibuk dengan persiapan film dimana ia menjadi asisten
produser.Masumi memandang telponnya sekali lagi ,ia ingin menghubungi
Maya tapi ia ragu .keraguannya membuatnya menatap handphone itu terus
hingga HP tersebut tiba tiba berbunyi sehingga Masumi terkejut .Senyum
berkembang di bibir Masumi karena yang menelponnya adalah Maya .
"Mungil,aku
rindu " kata Masumi ,Masumi menduga Maya pasti merona merah " aku juga
rindu ,ingin berjumpa dengan Anda " kata Maya "aku juga ,tapi nggak
mungkin aku datang ke hotel tempat kamu menginap ,atau kamu datang ke
kantorku " sahut Masumi "anda masih memiliki kunci apartemant kan ? Kita
bisa ketemu disana " Maya melihat arlojinya " kita bisa bertemu disana
dalam waktu setengah jam " kata Maya "aku akan disana dalam waktu
setengah jam ah tidak aku akan datang dalam waktu 15 menit " kata Masumi
bersemangat
Maya
memasuki apertement lamanya dan tersenyum ,apertement itu nampak bersih
,Rei memang bisa diandalkan kata Maya dalam hati ,dibukanya kamar tidur
,ia menatap ranjang tersebut dengan wajah merona mengingat kejadian
malam itu .Malam dimana dia menjadi milik Masumi .Maya mendengar suara
kunci diputar dan masuklah Masumi .Masumi berjalan ke arah Maya dan
langsung memeluk Maya dan mendesah " ahh ternyata bukan mimpi " kata
Masumi.Maya tersenyum dan menjawab " bukan ,ini bukan mimpi " kata Maya
sambil menghirup wangi tubuh Masumi yang dirindukannya .
Masumi
duduk dengan memangku maya ketika Maya berontak ingin melepaskan diri
,Masumi memegangnya makin erat hingga akhirnya Maya mengalah membiarkan
dirinya dipangku Masumi . Ia menyandarkan badannya ke dada Masumi
.Masumi menciumi pipi dan rambut Maya berulang kali sehingga
wajah Maya merona merah saat bercerita tentang pengalamannya di Amerika
." Bagaimana dengan kabar anda Kabar anda ,Pak Mas...." kata kata maya
terhenti melihat tatapan Masumi "Bagaimana dengan kabar anda Masumi ?"
ulang Maya yang disambut senyuman " aku baik baik saja Mungil apalagi
setelah kamu dipelukanku " jawab Masumi sambil memperat pelukan dan
memandang bibir maya .Seakan tak Tahan Masumi mengecup bibir merah maya
,sekali lagi ,lagi dan lagi .Dan kali ini Maya membalas dengan sama
hangatnya sama panasnya Ia juga merindukan Masumi .Seakan tak pernah
puas mereka saling membelai dan bercumbu .seperti Musafir yang menemukan
oase dan mereguk segarnya air di padang pasir.
*********************
Maya
memperhatikan Mr Robert mengaudisi beberapa orang ,dia jelas memilih
berdasarkan kecantikan bukan berdasarkan kepandaian berakting .Maya
hanya bisa geleng geleng kepala . terdengar dering Telpon " iya
Stephani" jawab Maya kemudian Maya mendengar laporan yang disampaikan
,mengeluh dan bertanya " anda tahu dimana Mr Nicolas menginap " Maya
mendengar jawabannya ,Maya mengucapkan terimakasih sebelum menutup
telpon .
Maya
mendesah lagi ,dan menelpon seseorang" Hallo " ketika terdengar suara
lelaki menjawab telpon " Mr Nicholas ,apa yang anda lakukan " tanpa
memberi salam ,Maya langsung ke pokok masalah " kenapa anda tidak muncul
di Jepang " Maya mendengar alasan orang tersebut " oh aku baru tahu
kalau ibu anda yang sudah meninggal sakit ,saya ikut berbela sungkawa "
Jelas nampak suara disana sedikit gugup "tidak perlu menjelaskan pada
saya Mr Whaterspoon ,bukan urusan saya apakah anda ingin berlibur dengan
miss Mei atau Miss July *" kata Maya " yang aku pedulikan anda
melanggar kontrak dengan Arthur
Interprise dan kami akan menuntut anda secara resmi ,Semoga anda
memiliki pengacara yang baik " kata Maya sambil menutup telpon
Robert
nampak tersenyum puas ,ia menggantikan Nick panggilan Nicolas atas
permintaan sahabatnya yang sibuk dengan kekasih barunya .Lagipula ada
pihak yang membayarnya lebih agar film ini gagal ."terima kasih atas
kedatangan kalian dan pengumuman audisi ......" yang langsung disahut
oleh Maya " dan pengumuman audisi akan dilakukan kemudian ,yang lolos
dari audisi ini akan diberitahu melalui email atau telpon
,Terimakasih"kata maya.Dan semua yang mengikiti audisi mulai
meninggalkan tempat " Apa yang kamu lakukan ?" kata Robert kepada Maya
jelas bahwa dia marah.kemudian ia mengenali Maya " wah anda Maya si
artis utama ,hmmm..." katanya dan melihat Maya dengan pandangan kurangajar
.Tapi Maya tersenyum membuat pria itu terpaku melihat kecantikan Maya "
apakah anda tahu siapa saya selain sebagai Artis utama ? " Robert hanya
menggeleng kali ini ia menyelusuri tubuh Maya dengan pandangan mata "
selain menjadi artis utama ,saya juga produser film ini " kata
Maya.Robert terkejut dan langsung berubah sikap " ah maafkan saya ,saya
menggantikan Nick " katanya sambil tersenyum " itu permasalahannya Mr
Robert ,kami menandatangani kontrak dengan MR Nicolas Bukan dengan anda " kata
maya ." Maaf tapi kami tidak akan menggunakan anda dalam film ini"
Robert memucat " anda tidak bisa.......saya disini untuk menggantikan
Nick ,ia berjanji .....? belom selesai dia berbicara ,Maya sudah
menjawab " itu masalah anda dengan MR nicolas ,bukan dengan kami " kata
Maya " silahkan " lanjut maya sambil mempersilahkan Robert meninggalkan
ruangan .
Maya
menghubungi Daito untuk mencari sutradara .Masumi merekomendasikan Pak
Himekawa .Ayah dari Ayumi ."Ayumi " kata Maya yang menelponnya ." Maya
......apakah kamu sudah kembali ke Jepang " tanya Ayumi . Maya langsung
menjawab " aku baru datang 3 hari yang lalu,apa kita bisa bertemu ? "
kemudian mereka berjanji bertemu 1 jam kemudian di butik langganan Ayumi
.
Maya
melihat Ayumi memilih sebuah gaun bewarna merah dari bahan sutra
potongannya cukup sederhana " Good choise,gaun itu terbuat dari kain
sutra terbaik ,potongannya yang sederhana bisa dipakai ke pesta coktail
tapi juga cocok bila digunakan menghadiri gale
primier " kata Maya ,Ayumi ketawa " seandainya aku tidak tahu Maya ,aku
akan mengira kamu sales di butik ini".Maya yang sedang bersandar di
dinding mengetukkam jari di sebuah poster " sayangnya Ayumi ,aku memang
Penjual " terlihat gambar Maya berpose di poster tersebut.Ayumi tergelak
melihat tampang Maya yang tampak pasrah kemudian Maya ikut tertawa
.Tanpa Sadar pandangannya melihat sesosok wanita ." Ayumi ,sebentar ya ,aku mau menyapa seseorang " kata maya " cuma sebentar kok " .
Maya
berdiri di depan wanita yang sedang duduk melihat katalog ,wanita itu
merasakan ada yang berdiri di depannya dan mengangkat kepalanya dari
majalah tersebut dan terkejut " Maya " kata Shiori . Ia melihat
perubahan yang sangat besar pada gadis di depannya ,'bukan ...bukan
gadis lagi tapi wanita dewasa 'kata Shiori dalam hati .Penampilannya
terkesan sederhana tapi elagan ,tiba tiba kalimat Maya dulu terngiang di
telinganya " aku akan kembali ,Pada saat itu aku akan mengambil Masumi
kembali ". " apa kabar nona Shiori ....ahh...bukan ...harusnya Nyonya
Hayami ,Wajah Shiori memucat " kau sudah kembali "tanyanya pelan " iya
,saya sudah kembali "kata Maya " aku kembali untuk memenuhi janjiku pada
anda "
( Bersambung )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar