Can't you hold me one more time? Ch. 2
(By. Dina KD)
one more time
just one more time
can you hold me
before you go...........
HP
Maya berbunyi,saat ini dia kembali ke apertement untuk berganti baju
dan mengambil buku rekening ," halo " kata Maya ketika melihat yang
menelpon adalah Rei " Maya cepat kembali " sambil menahan tangis Rei
menceritakan bahwa donor jantung buat Bu Mayuko hilang dan polisi sedang
mencari ,karena ambulance kehilangan kontak . Maya terkejut segera ia
mengganti baju ketika hpnya berbunyi kembali " Nona Maya Kitajima aku
Shinnosuke Takamiya dan aku memiliki sesuatu yang kamu inginkan " kata
sesorang di seberang sana " Apa maksud anda ? " kata Maya bingung
"Jantunguntuk Bu Mayuko " kata seseorang yang mengaku Takamiya "
datanglah ke alamat ini " kata orang tersebut sambil menyebutkan alamat
yang harus didatangi Maya dan tanpa menunggu jawaban orang itu menutup
telpon . Maya meraih tas tangan dan berlari keluar Apartement.
Masumi menuju mobil ,ia akan menuju rumah sakit karena pihak rumah
sakit menelpon bahwa terjadi sesuatu hingga donor jantung yang akan
digunakan untuk operasi bu Mayuko belom sampai hingga saat ini .
Ambulance yang mengangkut tidak dapat dihubungi .Hp Masumi berbunyi
ketika ia menyalakan mobil dan terkejut karena yang menelpon adalah
kakeknya Shiori " Ada yang ingin aku bicarakan denganmu Masumi
,datanglah ke rumahku sekarang " Masumi mengerutkan dahi dan menjawab "
maaf saat inisaya masih ada beberapa urusan yang harus saya selesaikan
,apakah bisa saya temui anda nanti malam " suara diseberang sana
terdengar jengkel " jika kamu ingin guru kekasihmu selamat ,kuharap kamu
datang secepatnya" dan kakek tersebut menutup telpon.Masumi hanya
membutuhkan waktu setengah menit untuk mencerna apa yang terjadi dan
mengemudikan mobil dengan secepat kilat.
Maya sampai dsebuah bangunan yang merupakan kantor pusat perusahaan
keluarga Takamiya ,setelah membayar taxi ,Maya memasuki kantor tersebut
.Setelah menyebut kepentingannya ,resepsionis langsung mengantar Maya ke
sebuah ruangan yang cukup besar bahkan jauh lebih besar dari kantor
Masumi di Daito. " Anda pasti Maya Kitajima " kata seseorang di belakang
Maya ,terkejut Maya memutar tubuhnya .Ia melihat seseorang berusia 50
an dengan kepala sedikit botak " aku Shinnosuke Takamiya ayah Shiori "
Maya terkejut belum bereaksi " aku rasa tak perlu basa basi nona
Kitajima ,akan aku katakan terus terang aku memiliki barang yang kamu
inginkan ,akan aku berikan dengan satu syarat " kata pria tersebut
sambil duduk di belakang meja dan memandang Maya dengan sedikit
penasaran .
"Apa maksud anda , Tuan Takamiya." kata Maya dengan pandangan penuh
selidik ." Aku memiliki jantung yang digunakan untuk pengobatan Bu
Mayoko ",Maya menghela nafas sedari tadi di taxi ia bisa menduga " jadi
maksud anda ,anda menyuruh seseorang atau beberapa orang untuk
membajak mobil pemerintah dan menahannya " kata Maya pelan tapi jelas
.Untuk sesaat Takamiya nampak salah tingkah tapi segera dapat ditutupi
dengan cepat dan menjawab "jangan Kuatir Nona Kitajima keluarga Takamiya
memiliki koneksi luas dan kami hanya meminjam ambulance tersebut "
katanya dengan sombong " Akan saya lepas ambulance tersebut dengan
syarat " yang langsung dipotong Maya "biar saya tebak " kata Maya yang
wajahnya memucat " Anda ingin saya meninggalkan Pak Masumi Hiyami "
"Gadis Pintar " katanya sambil tersenyum sambil mengamati maya yang
nampak sedikit marah dan tiba tiba menyadari dan mengerti apa yang
membuat Masumi tertarik dengan gadis ini "Dan apa pendapat anda bila
saya melapor ke polisi " Shinnosuke tersenyum " Maka anda bisa
mengucapkan selamat tinggal kepada guru anda " ia melangkah ke depan
maya dan berkata " Anda boleh Memikirkannya ,telpon saja bila anda
memberikan jawaban ,tapi ingat jangan lama lama karena anda pasti
jantung itu tak berumur panjang "
katanya
sambil menuju pintu , kemudian ia menoleh ke Maya "o ya mungkin kamu
ingin tahu kami meminta hal sama kepada Masumi " Maya terkejut dan
hanya memandang pintu yang telah tertutup
Masumi menghentikan mobil dan menyandarkan kepalanya di kemudi ,ia
mengingat apa yang dikatakan Matsukura Takamiya kakek shiori ketika
bertemu tadi " kamu telah membuat gadis itu kehilangan ibunya apa kamu
yakin kamu juga ingin ia kehilangan gurunya juga ,aku tahu ia mencintai
gurunya " , Masumi menghela nafas dan mengeluarkan rokok dari sakunya "
Tinggalkan Maya atau akan kuhancurkan Daito juga Maya " ingatnya lagi
,sambil menghisap rokoknya . Ia mengeluarkan telpon dan menekan
serangkaian nomer sekali lagi tak terdengar jawaban .Masumi semakin
resah ketika ia tidak dapat menghubungi Hijiri . Dicobanya sekali lagi
dan terdengar hanyalah suara operator dibantingnya Hp tersebut di kursi
penumpang ,ia meletakkan kepalanya di kemudi sambil terus berfikir apa
yang harus dilakukan ,tiba tiba Hp masumi berbunyi ,Maya yang
menghubunginya.
************************
Maya dan Masumi hanya berdiri berdiam diri di atap Rumah sakit ," Pak
Masumi " kata Maya sambil memegang lengan baju Masumi " kita tak punya
banyak waktu " lanjutnya lagi . Masumi megenggam tangan Maya " kita
harus menyelamatkan Bu Mayuko ,anda harus setuju " kata Maya pelan
setengah berbisik. Mendengar itu Masumi marah seakan Maya dengan
gampangnya menyanggupi berpisah dengannya ,ia menoleh melihat Maya dan
kemarahannya langsung sirna ia melihat kesedihan di mata Maya ,air mata
Maya mulai menetes dan jelas Maya menahan isaknya .Masumi memeluk Maya
," benar ,Kita harus menyelamatkannya " kata Masumi dan memeluk Maya
dengan eratnya seakan tidak ingin melepaskannya .
*************************
Mereka semua menunggu di depan ruang operasi,bahkan Hotta dan kawan
kawannya juga datang.Masumi dan Maya duduk berdampingan beberapa kali
Masumi membisikkan sesuatu untuk menenangkannya.Kelihatannya Sayaka
sudah menceritakan apa yang terjadi karena wajah mereka tampak keruh
bahkan beberapa kali mereka mengerling ke arah Maya dan Pak Masumi dan
menghela nafas dan ketika Shiori datang dengan wajah pucat . Semua
memandang dingin terutama Pak Masumi ,sedangkan Maya bersikap tak ambil
peduli karena perhatiannya tercurah kepada operasi yang sedang
berlangsung." Masumi ,sungguh aku tak tahu ,Kakek baru saja
memberitahuku" kata Shiori , ia kemudian menuju Maya yang langsung
dihadang Masumi " tempatmu bukan di sini ,Shiori " kata Masumi dingin. "
Masumi " kata Shiori " percayalah aku benar benar tidak tahu " tapi
Masumi hanya mengatakan " pergilah " kemudian seakan akan tidak peduli
,dia kembali duduk di sebelah Maya.Shiori kemudian membungkukkan badan
dan berlalu ,belum jauh ia melangkah sekali lagi menoleh ia melihat
Masumi memeluk dan maya menyandarkan kepalanya di bahu Masumi ,tanpa
terasa Shiori mengepalkan tangan menahan marah .
"Nona
tadi " kata Pak genzo ketika Shiori tidak kelihatan " untuk orang awam
lumayan juga aktingnya " yang disambut senyum dikulum dari semuanya
kecuali Masumi yang menatapnya dengan pandangan bertanya " dari sikapnya
,kan sudah ketahuan ,gerakan tangan ,caranya bicara ,gerakan bahu
semuanya tidak wajar " Pak genzo tersenyum " ia artis dadakan Pak Masumi
,sedangkan kami ....sayangnya artis sungguhan " Tapi tak lama kemudian
suasana menjadi sunyi kembali dengan harap harap cemas semua menanti
operasi selesai.
dua minggu kemudian
Operasi bu Mayuko berjalan dengan lancar ,Maya meminta semuanya
merahasiakan apa yang terjadi sebelum operasi .Maya akhirnya memutuskan
menerima tawaran film di Amerika memang bukan sebagai pemeran utama tapi
sebagai peran pembantu utama ,diharapkan dengan film ini menjadi
debutnya di kancah internasional , dengan persetujuan Masumi yang dengan
berat hati . Maya akan tinggal di luar negri . Misteri hilangnya Hijiri
juga telah diketahui keesokan harinya Hijiri ditemukan di gudang
kosong dari keterangannya hanya diketahui pagi hari ketika keluar rumah
ada 3 orang yang menyergapnya dan membawanya ke gudang tersebut dan
memukulinya ketika Hijiri berusaha kabur hingga kakinya patah dan luka
memar hampir di sekujur tubuhnya .Dan sampai sekarang masih dirawat di
rumah sakit .
Maya memasuki Rumah sakit tapi kali ini bukan menjenguk Bu Mayuko
melainkan Pak Hijiri ,Hijiri sangat terkejut ketika Maya datang
menjenguknya . " Nona Maya " katanya menyapa Maya .Maya tersenyum dan
menyerahkan oleh oleh berupa bubur ,belum sempat Maya duduk ,Mizuki
memasuki kamar tersebut ,ia terkejut Maya disana dan salah tingkah .
Maya tersenyum " jangan kuatir nona Mizuki ,aku sudah tahu kalau Pak
Mazumi adalah Mawar Ungu " .Kedua orang lainnya terkejut " sudah tahu "
teriak mereka bebarengan ,yang membuat Maya tersenyum makin lebar . "
Ternyata kalian kompak juga ya ? "kata Maya ." Ah nona Maya siapa bilang
? " kata Hijiri ,sedangkan Mizuki mengatakan dengan kaku " saya cuma
disuruh oleh Pak Masumi " lalu sambil menaruh bunga yang dibawanya ke
dalam vas dengan suara pelan " mana ada orang yang tolol sampe
tertangkap penculik dan menyebabkan semua ini terjadi " .Hijiri yang
mendengar langsung menjawab " Aku di keroyok tiga orang belom lagi obat
bius yang disuntikkan padaku " ,mizuki akan membantah tapi " jangan
,......aku mohon jangan " kata maya pelan ,mereka berhenti bicara ketika
melihat Maya penuh kesedihan "Jangan ,ini bukan salah siapa siapa
,malah seharusnya kami minta maaf pada Pak Hijiri ,gara gara kami anda
mengalami hal ini " Maya kemudian membungkuk dan meminta maaf .
" Nona Maya ,anda tidak perlu seperti itu ,ini hanya resiko pekerjaan "
kata Hijiri ," benar Maya ,jangan begitu , ngomong ngomong bagaimana
anda tahu kalo Pak Masumi Mawar ungu " kata Mizuki mengalihkan
pembicaraan ,sambil mendudukkan Maya disebuah kursi ,ia bisa melihat
pandangan terima kasih dari Hijiri .Maya tersenyum kemudian
menceritakannya kepada keduanya .
Keduanya hanya bisa geleng geleng kepala ketika Maya menyelesaikan
ceritanya " Pak Hijiri ,lebih baik buburnya dimakan ,kalau udah dingin
nanti tidak enak " kata Maya .Tapi Pak Hijiri memandang bubur tersebut
dengan ragu ragu " sebenarnya aku ingin membuat bubur sendiri ,tapi
dicegah Rei ,katanya Pak Hijiri sudah sakit semua badannya tidak perlu
ditambah dengan sakit perut .Jadi aku beli di depan rumah sakit "kata
Maya dengan sedikit cemberut mengingat perkataan Rei tadi pagi . Hijiri
langsung lega dan membuka bubur tersebut sedangkan Mizuki berbisik ke
Hijiri " berati aman " Maya yang melihat dan mendengar Mizuki " ah
kalian dari tadi bertengkar kok sekarang malah kompak menghina
kemampuan masakku sih " kata maya cemberut . Keduanya tertawa "
Memangnya Nona Maya punya kemampuan memasak? " tanya Hijiri sambil
mencoba bubur yang ternyata enak ,sedangkan Mizuki menggelengkan kepala
sekali lagi " aku tahu semua orang mengatakan cinta itu buta ,tapi baru
kali ini aku tahu ternyata cinta juga bisa membuat mati rasa ( lidah ) "
kata Mizuki .Yang disambut Tawa kecil Hijiri .Maya hanya bisa cemberut
"sebenarnya aku ingin meminta pertolongan kalian"kata Maya pelan ." Aku
mohon kalian menjaga Pak Masumi setelah aku pergi " ia tersenyum sendu "
kalian berdua pasti Tahu bagaimana Pak Masumi juga kalian berdua kan
orang kepercayaan Pak Masumi jadi aku mohon jaga pak Masumi " kali ini
Maya tak berhasil menahan air matanya ,Mizuki langsung memeluk Maya "
Jangan khawatir kami akan menjaganya " kata Mizuki ."Terimakasih " kata
Maya pelan diantara isak tangisnya .Hijiri menghela nafas dan membuang
pandangannya keluar jendela tidak tega melihat Maya yang sedang menangis
*******************
Masumi dan Maya berjalan di salah satu pusat perbelanjaan yang terkenal
di Tokyo ,tanpa memperdulikan setiap pandang mata yang mengenali mereka
.Keduanya tampak asyik bergurau kadang kadang terdengar suara tawa dari
mulut mereka .Mereka bahkan tidak menghiraukan kamera yang beberapa
kali memfoto mereka .Mereka berhenti disebuah cafe setelah memesan
minuman dan kue baru mereka bicara " wow " kata Maya melihat dan
mengenali beberapa wartawan yang biasa mengejar dirinya " kelihatannya
mereka mendapat Headline " lanjut Maya ,Masumi tersenyum dan bertanya "
kamu keberatan? "kata Masumi sambil menoleh ke arah wartawan . " Tidak
,aku tidak peduli " kata Maya .Mereka kemudian menghabiskan hari
tersebut berdua ,beberapa kali mereka keluar masuk toko sekedar melihat
lihat atau menghindari para wartawan.
"apakah
kamu senang ?" kata Masumi ketika mereka berjalan di sebuah taman
ketika Matahari hampir terbenam ,Maya menyandarkan badannya ke lengan
Masumi "Tentu saja senang "ia menoleh ke Masumi dan tersenyum "
terimakasih ,anda mengabulkan permohonan aku yang egois ini " Masumi
memeluk maya dan tersenyum " sama sama ,karena permohonanmu yang egois
itu juga membuatku senang " katanya lagi .
tiba tiba Masumi mencium Maya membuat beberapa orang disekitar mereka
menyoraki .Pipi Maya memerah ketika Masumi melepaskannya sekali lagi
Masumi bertanya " kamu keberatan ? " kata Masumi pelan ,Maya tersenyum
jahil dan menjawab " tidak " dan sorakan orang orang di sekitar mereka
semakin keras ketika Masumi mencium Maya sekali lagi .
Masumi mengantar Maya pulang ketika jam menunjukan angka 7 malam
.Masumi tiba tiba mendudukkan Maya dan berlutut di depan Maya " Mungil
,aku harus memberitahumu sesuatu " kata Masumi mengambil nafas panjang
dan " aku adalah Mawar ungu " Masumi sedikit terkejut melihat Maya
tidak terkejut ,Maya memegang wajah masumi dan tersenyum dan setengah
menangis " Akhirnya anda mengakuinya ,sering aku bertanya dalam hati
kapan anda akan mengatakannya ? " kata Maya ,Masumi memegang tangan Maya
yang berada di pipinya dan bertanya " kamu sudah tahu? " Maya hanya
mengangguk," sebentar ada yang ingin aku lakukan saat anda mengakuinya "
Masumi melihat maya dengan pandangan bertanya, Maya memeluk leher
masumi "terima kasih ,anda menjadi mawar ungu ,terima kasih karena anda
menjadi pelindungku ,terima kasih karena anda menjadi penggemarku "
Maya memeluk Masumi semakin erat " dan terutama terima kasih karena anda
mencintaiku " Masumi menjauhkan maya tapi masih memeluknya salah satu
tangannya menghapus air mata Maya ,mereka hanya berinteraksi dengan
pandangan mata mereka ,Masumi mencium maya lembut yang dibalas maya
dengan memeluk Masumi lebih erat dan Masumi menciumnya semakin dalam .
Ini malam terakhir mereka bersama .
************************
Maya menanti mobil yang disediakan Masumi , yang akan membawanya ke
airport ketika bell berbunyi ,mengira penjaga apartement yang akan
membantu membawa koper ,Maya membukanya ternyata Masumi mereka hanya
saling menatap ,tiba tiba Maya sadar bahwa mereka di depan pintu
tersenyum dan berjalan ke ruang tamu yang diikuti Masumi . Masumi
langsung memeluk Maya ,yang dibalas dengan Maya . " Pak Masumi bukannya
anda berjanji tidak akan mengantarkan aku ?"kata maya ." aku kan
berjanji tidak akan mengantarmu ke airport ,sekarangkan masih di
apertemenmu " kata Masumi berbisik di telinga Maya ,Maya tersenyum dan
memukul bahu Masumi pelan " anda selalu bisa menjawab " kata Maya
,Masumi membalasnya dengan mempererat pelukannya ,ia benar benar tak
rela melepaskan Maya .
Tak seberapa lama bel berbunyi lagi ,sekali lagi Maya mengira penjaga
apartemen ,ternyata yang muncul adalah Rei ,sayaka ,Taiko ,Hotta dan
lain lainnya ,Maya kembali tersenyum " bukannya kalian janji untuk tidak
mengantarku ke airport " ,Rei memeluk Maya dan " kami kan janji tidak
mengantar ke airport da....." belum selesai Rei menjawab ,Maya
menyahutnya " dan sekarang aku masih di apartemen " Maya melepaskan
pelukan Rei " aku pernah dengar alasan ini " katanya lagi ,lalu maya
memeluk satu persatu temannya ,air mata mereka mulai berjatuhan .
" Maya sudah waktunya " kata Masumi ,Maya hanya mengangguk ,mereka
mengantar Maya hingga Maya masuk ke mobil. Maya melihat Pak Masumi yang
berdiri diam memandang mobil yang mulai berjalan menjauh .Tiba tiba
mobil mengerem mendadak dan Maya keluar dan berlari menuju Pak Masumi
dan memeluknya dan tanpa berkata apa apa mereka berpelukan dan Maya
hanya bisa menangis . Masumi memeluknya makin erat dan menenangkannya
,sedangkan lainnya hanya bisa menatap mereka dengan pilu .
Maya Berjalan dalam menuju ruang tunggu ketika seseorang berdiri di
depannya ,ternyata Shiori yang menghalangi, " Nona Shiori ,apa yang
membuat anda disini ?" kata Maya ," kita harus bicara " katanya lagi "
Maya ,aku tahu yang terjadi tentang bu Mayuko ,sungguh aku tidak
terlibat " kata Shiori lagi sambil menjauhi Maya " aku bahkan ...." tapi
kata katanya terhenti ketika Maya hanya tersenyum dan menimpalinya "
lebih baik anda menyimpan tenaga anda karena aku tidak akan percaya "
kata Maya sambil berjalan kembali " Apa maksudmu? " kata Shiori " jika
anda benar benar tidak terlibat,anda takkan melakukan ini,mencoba
meyakinkan kami bahwa anda tidak bersalah " kata Maya tersenyum " satu
satunya alasan bahwa anda menyakinkan kami bila anda tidak bersalah
karena anda melakukan sebaliknya " Ketenangan Shiori mulai menghilang "
aku ....aku hanya tidak mau disalahkan karena aku tidak melakukan
sesuatu ....sesuatu yang salah " , Maya tertawa kecil " itulah anehnya
karena jika anda tidak salah kenapa anda membela diri ,padahal tak ada
satu pun dari kami yang menuduhmu ?" Shiori memucat, Maya kemudian
berkata " Jika aku saja bisa menangkapnya, menurutmu apakah Masumi
merasakan juga? Dia jauh lebih pandai dariku " kata maya ,Shiori
terkejut dan terduyung seakan mau jatuh sambil memegang dadanya yang
terasa sakit " kenapa ? " kata Maya melihat Shiori " Jantung anda merasa
sakit ? " Shiori hanya menatap Maya " Anda tahu, aku seseorang yang
percaya karma ,seseorang pasti mendapat balasan dari perbuatannya "
Maya maju mendekati Shiori " Bukan ini yang harus anda risaukan Nona
,harusnya anda mengkwatirkan apakah anda mampu mengeluarkan aku dari
hati Masumi, apakah anda bisa membuat Masumi mencintai anda ,yakinkah
anda bisa membuat Masumi melupakan aku ?" Maya tersenyum manis " karena
aku yakin jawabannya adalah tidak " Maya tersenyum lagi " Masumi tak kan
pernah mencintai anda karena dia mencintaiku " ,kali ini Maya berdiri
sangat dekat dengan Shiori " aku sudah membuat janji pada ayah anda
,kali ini aku akan berjanji pada anda " Maya mendekatkan bibirnya ke
telinga Shiori dan membisikkan sesuatu .Tapi sungguh hebat akibatnya
karena Shiori langsung jatuh terduduk di tanah dengan wajah pucat pasi.
Tanpa menghiraukan Shiori Maya melenggang pergi meninggalkan Shiori yang
terduduk di tanah di tengah tengah ruang tunggu Bandara .
**************************
( Bersambung )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar