Can’t You Hold Me Once More Time?
Chapter 5
(by. Dina KD)
The beautiful times we had,
they’re all memories now
The tears I shed when I
missed you like crazy
Hoping you’ll come back,
time stood still
to hold you once more........
"Kenapa
? Anda tidak percaya saya ? " tanya maya sambil duduk di sofa dihadapan
Shiori .Kata kata Maya kembali tergiang ngiang di kepalanya " aku akan
kembali ,Pada saat itu aku akan mengambil Masumi kembali.Dan tak
seorangpun yang bisa menghalangiku aku "
" tidak ,karena aku adalah istrinya
"kata Shiori .Kembali maya tersenyum memandang Shiori dengan sedikit
berpikir"benarkah ,apakah kamu menjadi kekasih yang dicintainya bukan
sekedar istri"
kali
ini senyum maya mengembang "melihat anda ....melihat Masumi ,aku rasa
tidak mungkin ".Shiori memandang Maya dengan mata melotot " kamu telah
bertemu Masumi "Maya memandang Shiori dengan sedikit cemberut " tentu
saja sudah ,dia yang kekasihku bukan anda ? " Shiori menatap tajam "
bagaimana apakah anda sudah berhasil ? " tanya Maya tersenyum ,Shiori
tidak menjawab ,Maya melihat reaksi Shiori dan tertawa kecil " haruskah
aku mengatakan ' apa yang kubilang ' kepada anda"lalu maya menggelengkan
kepala walau senyum itu masih ada di bibirnya ' ahhhh .....bahkan
sampai sekarang anda masih belum mengerti juga " lalu Maya bangkit dari sofa "Dan
mereka mengatakan aku yang bodoh ......." lalu ia menoleh ke arah
shiori " selamat berbelanja ,aku harus pergi ,goodbye " lalu Maya
melangkah pergi ,meninggalkan Shiori yang masih mematung di kursi dimana
ia duduk .
Maya
merasa bersalah ,ia merasa melakuukan sesuatu yang salah .Dia benci
Shiori ,tadi ia terlalu menuruti perasaan melampiaskan rasa marah yang
sudah ia pendam selama dua tahun .Tanpa disadari Maya ia menghela nafas
.Ayumi memperhatikan Maya sambil menanti kasir yang sedang menyelesaikan
transaksi kartu creditnya. Ia melihat Maya mendatangi Nyonya Hiyami
,dan melihat reaksi wanita itu terhadap Maya membuat hatinya penasaran
.Ayumi memang mengenal Shiori ,tapi tidak akrab hanya sekedar kenal saja
.
Ayumi
mendekati Maya yang seperti melamun ,ia menepuk " Waaa..." teriak maya
sambil memegang dadanya ,tapi ternyata Ayumi juga terkejut hingga
menjatuhkan belanjaannya " Ayumi ,apakah kamu ingin jantungku copot "
,Ayumi mengambil belanjaannya kemudian menjawab " yang bener saja " kata
Ayumi ,sambil menyeret Maya keluar .
Mereka
berdua berjalan sepanjang trotoar tanpa memperdulikan bahwa kedua gadis
tersebut menarik perhatian orang yang sedang melewati terotoar ."wah
,aku lupa ,aku berjalan dengan artis top Jepang ,pantas semua melihat
kemari " kata Maya " artis Top Jepang ,apa tidak keliru ,bukannya yang
disebelahku artis intersional " balas Ayumi .Maya hanya tertawa kecil
dan memandang Ayumi " apa kamu tahu apa yang kurindukan sekarang ini ? "
tanya Maya ,Ayumi tersenyum " ice cream " jawabnya .
"Aku
mohon,bisakah ayahmu menjadi Sutradara di film ini ?" kata Maya sambil
memakam es cream coklat kesayangannya itu .Ayumi memandang Maya "
bagaimana kalau kamu sendiri yang bicara dengan beliau nanti malam " jawab Ayumi ," mama juga merindukanmu " kata Ayumi .
**************************
Maya sibuk mempersiapkan rapat berkat Ayumi dan Masumi ,Pak hikemawa setuju menjadi sutradara dan
ini akan menjadi rapat produksi pertama .Telpon berbunyi yang langsung
diangkat oleh Maya " Apa ,ada tamu diloby " kata maya selesai mendengar
resepsionis hotel " baik ,saya akan turun ,terimakasih " kata maya
kemudian .
Pak
Asa mendekati Maya ,kemudian membungkuk memberi salam sebelum ia bicara
" Nona Kitajima ,Tuan Eisuke Hiyami ingin bertemu dengan anda sekarang "
Maya menaikan alisnya ketika mendengar kata ' sekarang ' kemudian ia
tersenyum " Maafkan saya ,tapi jadwal hari ini cukup padat ,akan saya
luangkan nanti siang " kata Maya selesai itu ia akan beranjak ,ketika
pria tersebut menghentikannya dengan berdiri di hadapan Maya ,sekali
lagi Maya menaikkan alisnya " ini permintaan atau perintah " kata maya "
jika ini permintaan ,anda tidak boleh memaksa ,tapi jika ini perintah
...." kata maya " siapa tuan Eisuke Hayami hingga berani memerintahku "
sambil menatap tajam Pak Asa ,kemudian Pak Asa menundukkan
kepala " Maafkan saya ,tapi " Maya masih menatap " Lihat baik baik
,Jika bukan aku yang menginginkan perjanjian ini ,apakah Daito bisa
selamat ? ,Pak Asa menatap Maya terkejut sehingga melangkah mundur .
Maya segera berlalu dari hadapan laki laki itu.
Maya
menyiram wajahnya dengan air dari wastafel di kamar kecil hotel ,tangan
dan tubuhnya gemetar tak terkendali seakan akan Maya akan jatuh tiap
saat " menakutkan " kata maya sambil memegang dahinya ,Tangannya nampak
bergetar hebat .Maya berusaha mengendalikan dirinya " tenang Maya
....tenang ,kamu harus tenang " kata Maya seolah membujuk dirinya
sendiri untuk tenang , Sesaat maya menutup matanya dan menenangkan
dirinya dan mengambil nafas panjang .Ia membuka pintu kamar kecil itu "
ini panggungmu Maya " . Maya mengangkat wajahnya dan membuka matanya
,kembali menjadi Maya yang tenang dan terkendali ,ia kemudian keluar
dari kamar kecil itu.
Di
Kamar kecil ,nampak seseorang membuka pintu dari salah satu lamar kecil
yang tersedia di sana ,Orang tersebut menghela nafas dan tersenyum
bersamaan " bahkan dia tak sadar kalau salah masuk kamar kecil pria "
yang Ternyata Albert "dasar Maya "katanya kemudian .
***********************************
Kediaman
Hiyami ,di kolam ikan nampak Eisuke memberi makanan pada ikan ketika
pelayan memberikan sebuah telpon " ya Asa ,apa yang terjadi ? kenapa
Maya belom kemari " tanyanya pada asistennya " Apa ,ia menolak datang
sekarang " Kemudian Eisuke terdiam mendengarkan keterangan dari ASa " ya
sudah ,kamu tunggu Maya hingga siang nanti ,ingat apa pun yang terjadi
bawa gadis itu kemari " Eisuke menutup telponnya " ia benar benar
berubah " kata Eisuke seakan bertanya pada dirinya sendiri.
Maya
tiba di Rumah Masumi tepat tengah hari ,ia memasuki ruang tamu dan
terkejut ternyata paman ice cream yang ia sukai ternyata Eisuke "
seharusnya saya bisa menduganya "katanya . " aku dengar kamu sukses di
luar negri bahkan menebus Broadways " kata Eisuke setelah mereka duduk
dengan nyaman di ruang tamu yang luas " Benar ,aku menyukai tantangan dan aku mendapat pengalaman yang berharga di sana "
jawab Maya "lalu Kenapa kamu kembali ? " Eisuke lalu bertanya ,Maya
tidak dapat menyembunyikan rasa gelinya " kenapa saya tidak boleh
kembali ? " Eisuke mamandang Maya kaku " ahhh...apakah karena menantu
ahhh bukan ...bukan tapi besan
anda " Wajah eisuke semakin kaku kelihatan sekali ia menahan kesabaran "
Aku bertanya kepadamu sekali lagi kenapa kamu kembali? "dengan nada
yang biasa membuat para pegawainya ketakutan ,tapi Maya malah memandang
dingin dan sinis
" Bukankah hak anda sudah hilang ketika anda menyutujui pencurian donor
jantung Bu Mayuko "Maya menggelengkan kepala tanda tak mengerti " saya
kira anda mencintai bu Mayuko ....atau paling tidak Bidadari merah "
lalu Maya tersenyum " hari ini saya baru sadar
anda tak pernah mencintai orang lain selain diri anda sendiri" Eisuke
mencoba tersenyum walaupun nampak kaku ,ia merasa terkejut karena Maya
mengetahui keterlibatannya atas kejadian 2 tahun yang lalu " apa
....maksudmu aku terlibat ? Kurasa kamu salah "katanya ," benarkah
,beberapa detail tentang Bu Mayuko hanya beredar di Daito ,seperti kapan
Bu Mayuko mendapatkan donor ? terang Maya " apakah anda tahu bahwa
donor itu didapat secara mendadak ? "lanjut Maya " lalu tentang tiga
orang tersebut "kata Maya " mereka bekerja di perusahaan keamanan yang
terikat kontrak dengan Daito di Hokaido "Maya memandang Eisuke " jangan
katakan anda tidak tahu itu ? tanya Maya .Kemudian Maya berdiri "aku
kembali ...karena Jepang adalah rumahku " Eisuke yang masih memandang Maya kembali bertanya
"
lalu perjanjian 2 tahun yang lalu ?" Kali ini mata Maya seakan bersinar
" perjanjian itu tidak mengatakan aku harus pergi selamanya .lalu aku
juga berjanji akan meninggalkan Masumi saat itu ,dan aku sudah penuhi
janji itu ,aku sudah pergi"kembali Maya tersenyum lebar " aku tidak
melanggar perjanjian " Eisuke terpaku ,Gadis di depannya benar benar
berubah gadis yang dulu lugu kini bisa membalas kata katanya
"
Tidakkah yang harus anda pikirkan sekarang apa yang harus anda ucapkan
saat Masumi mengetahui anda ternyata terlibat ? Satu satunya alasan
Masumi tetap di Daito karena " ayahnya " tidak terlibat atas kejadian
itu" kata maya sambil menekan kata ayahnya ," Hal itu adalah satu satu tali penghubung antara kalian dan anda telah menghancurkannya "
Kali ini Eisuke sedikit memucat " ahhh ...anda akan memakai " hutang "
karena membesarkan Masumi ?" kata Maya " benarkan ,anda akan memakai itu ? " Maya mengucapkan dengan Tegas
"Masumi
tidakkah sudah membayarnya ,menjadi seseorang yang bahkan tidak boleh
punya keinginan ,tidak boleh punya impian ,hanya boleh menjadi " boneka"
yang harus menurut keinginan anda seumur hidupnya " Serang Maya "
Masumi tidak memiliki utang apa pun pada anda .Ia telah membayar beserta
bunga bunganya " Maya memandang Eisuke seperti binatang marah "
lagipula jika anda melakukan ,akan kuhancurkan Daito sehingga tak
tersisa " Eisuke terkejut ,memandang Maya yang dingin tanpa sadar
tangannya yang memegang tongkat berkeringat ,Maya tersenyum dingin "
jangan tantang aku melakukannya Tuan Eisuke karena kali ini aku mampu
dan Bisa ".Maya meraih sebuah dokument yang tergeletak di Meja yang
bertuliskan " Laporan Tahunan Daito " ,kemudian Maya meletakkan di depan
Eisuke " semoga laporan ini menghangatkan malam dingin anda ,selamat
siang " kata maya beranjak pergi" apa yang terjadi dengan Maya yang dulu
" tanya Eisuke , Maya menghentikan langkahnya dan menoleh " kalian
membunuhnya ketika membiarkannya meninggalkan kekasihnya menderita
,ketika melihat kekasihnya seperti Mayat hidup ,kalian benar benar membunuhnya " kemudian
maya berhenti sejenak sebelum meneruskan kalimatnya " Jika anda memilih
hidup seperti ini ,hidup sendiri ,kesepian dan mati sendiri itu pilihan
anda ,tapi tak akan aku biarkan Masumi menempuh jalan yang sama ,kali
ini aku yang akan melindungi Masumi " kata Maya sambil meninggalkan
rumah keluarga Hayami .
***********************************
Hijiri menelpon Masumi dan memberitahukan bahwa Maya datang ke kediaman Hayami atas undangan Eisuke . Masumi langsung menuju hotel tempat Maya menginap meninggalkan rapat yang berlangsung dan sekretaris yang kebingungan .
Maya
tidak kosentrasi pada rapat yang berlangsung ," Maya " kata Pak
Hikemawa menepuk pundak Maya sehingga gadis itu terkejut ,Maya nampak
pucat." Maya kamu tidak apa apa " tanyanya kemudian ." tidak apa apa
,saya tidak apa apa kok ,mungkin kecapaian " kata maya sambil mencoba
tersenyum ." Maya ,lebih baik kamu istirahat saja nanti kamu sakit "
kata Tony ," benar ,lagipula ada kami " sahut Albert " Stephani " kata
Albert memanggil seorang wanita yang bergegas datang " antar nona Maya
ke kamarnya dan pastikan ia istirahat " Maya ingin protes tapi tatapan
tiga pria didepannya tidak memeperbolehkannya .
Maya
duduk di tempat tidur untuk menyenangkan Stephani ,ia setuju untuk
istirahat ,tapi pikirannya berkata sebaliknya " jadi ...seperti inikah
yang dialami...Masumi tiap hari " kata Maya pelan," begitu...." Maya
tidak meneruskan kalimatnya ,ia menautkan kedua tangannya dan
menyembunyikan wajah,ia menangis tanpa Maya sadari ia menangis semakin
keras ,ia mengenal Masumi
,walaupun semua orang menganggapnya dingin dan tidak berperasaan tapi
Maya mengetahui bahwa Masumi sebenarnya baik ,dan setiap kali melakukan
sesuatu yang melawan hatinya ,Masumi sedih " pantas Masumi menjadi
dingin ,ia harus menyembunyikan semua perasaan tidak sukanya " kata Maya
pelan .
Masumi
bergegas masuk ke hotel ,ia menemukan Albert dan Tony berbicara di loby
,Masumi segera mendekati mereka " Maya apakah dia baik baik saja "
tanya Masumi begitu tiba dihadapan mereka .Tony yang menjawab " tidak
,Maya tidak baik ,semenjak pulang tadi siang " Masumi kemudian bertanya "
Dimana Maya sekarang " ,Albert yang menjawab " di kamarnya " Masumi
langsung lari menuju lift ,Tony menelepon seseorang " Stephani jangan
pergi dulu ,tunggu sampai Masumi sampai sana ,dan tempatkan beberapa
penjaga di sekitar kamar Maya "katanya sambil menutup telpon ," Ahhhh
aku jadi rindu dengan Sandra " kata Tony yang merindukan tunangannya itu
,yang hanya disambut dengan tawa Albert.
Masumi
masuk dalam kamar Maya ,ia melihat Maya sedang tertidur dengan air mata
yang belum mengering di pipinya .Masumi duduk di tepi Ranjang dan
melihat wajah Maya dengan sedih ,diulurkan tangannya dan menbelai alis
maya ,kemudian air mata Maya yang membasahi pipinya ,Masumi mendesah "
apa yang harus aku lakukan Mungil ,agar kamu tidak menderita seperti ini " kata Masumi dengan wajah penuh kesedihan .
Maya
terbangun ,'aku pasti bermimpi ,karema masumi ada di sini' kata Maya
dalam hati ,tapi kemudian Masumi mempererat pegangannya di tangan Maya
yang sedari tadi ia pegang " Masumi " panggil Maya pelan . " bagaimana
,kamu baik baik saja " tanya Masumi sambil membantu Maya duduk ,Maya
menganggukkan kepala " aku tidak apa apa hanya kecapaian " jawab Maya
tersenyum menenangkan Masumi ," tapi kenapa ayah memanggilmu " tanya
Masumi ,ia melihat perubahan wajah Maya " apa yang ayah katakan Maya "
kejar Masumi .Maya tersenyum " tidak ada apa
apa kok " jawab Maya ,jelas Masumi tidak percaya ,karena terlihat jelas
di wajahnya " aku akan bertanya pada ayah " kata Masumi beranjak pergi
,tapi Maya mempererat pegangan tanggannya " Jangan pergi ,kumohon jangan
pergi " kata maya ," masumi .boleh aku minta sesuatu " tanya Maya
,Masumi kembali duduk " tentu saja ,kalau aku bisa ,tentu akan kuberikan
,kamu ingin apa? " tanya Masumi ." bisakah kamu memelukku " jawab Maya
,Masumi langsung memeluknya .Maya
kembali tersenyum 'serasa pulang ke rumah ' kata maya dalam hati
menikmati hangat dan keharuman wangi tubuh Masumi " apakah kamu tahu
,sepanjang kesibukan aku hari ini ,aku hanya ingin memeluk anda " kata Maya ,yang disambut masumi dengan mempererat pelukannya .
Masumi
masuk ke dalam Rumah Hayami ,hanya beberapa kali dalam 2 tahun ia
menginjak rumah ini ,Masumi sudah menganggap ini bukan rumahnya lagi .
Ia langsung masuk ke dalam kamar ayahnya ,pak Asa dan beberapa pelayan
mencoba menghalangi Masumi tapi tidak berhasil .Eisuke melambaikan
tangan menyuruh pelayan itu keluar ,Masumi langsung bertanya " apa yang
ayah katakan pada Maya " Eisuke mengerutkan dahi ddan bertanya " Maya
tidak memberitahu " ,Maumi diam tidak menjawab tapi Eisuke mengerti bila
Maya tidak menjawab . Beberapa saat hanya kesunyian yang menyelingkup
di dalam ruangan itu " Jika terjadi sesuatu pada Maya ,aku sendiri yang
akan mengahancurkan Daito " kata Masumi pelan tapi tegas " MASUMI " kata
Eisuke terkejut "kenapa ? Sejak dulu aku sadar yang menjadi anakmu
bukan aku tapi Daito " kata Masumi " Jadi aku sudah menyerah " lanjutnya
" kali ini ayah ,aku akan melindungi Maya . Jika dengan menghancurkan
Daito maka Maya selamat ,akan kulakukan " kemudian Masumi meninggalkan
ayahnya sendirian. Dan entah kenapa Eisuke merasa kesepian. Terniang di
kepalanya kata kata Maya tadi siang " Hal itu adalah satu satu tali penghubung antara kalian dan anda telah menghancurkannya " .Eisuke mendesah .
************************************
Maya
memandang gedung perusahaan Takamiya sejenak teringat kejadian dua
tahun yang lalu ,Ia menoleh ke arah Albert dan bertanya " bagaimana
,Apakah semua sudah datang " Albert mengangguk . Maya tersenyum dan
melangkah ke dalam gedung .ketika Maya tiba di kantor Shinosuke ,ada
tiga orang disana ,Shinosuke ,Noriko istri Shinosuke ,dan tentu saja
Shiori .
"
Jadi jika anda tidak dapat membayar sesuai dengan kontrak maka asset
Perusahaan Takamiya akan disita ,demikian pula dengan villa yang baru
anda beli di pulau Jeju " kata Maya diiringi tatapan terkejut dari
Shinnosuke" Maaf nyonya Naoko padahal villa itu baru dihadiahkan pada
anda " komentar Maya ,Wanita itu memandang Maya " tapi namaku bukan
Nao...ko" lalu wanita itu menoleh pada suaminya " Kamu masih berhubungan
dengannya ,kamu sudah berjanji padaku " kata wanita itu sambil berdiri
,Shinosuke berusaha menenangkan istrinya tapi " PLAK " wanita itu
menampar suaminya dan berlalu dari kantor itu dengan menangis .
"
Ups " kata Maya sambil memandang Tuan Shinosuke dengan tenang seakan
yang terjadi didepannya bukan sesuatu yang luar biasa " sekarang
keluarga besar Nyonya Noriko ,takkan membantu anda ,bukan begitu Tuan
Shinnosuke " Shinnosuke memandang Maya mengerti bahwa hal tersebut
disengaja oleh Maya " Kau ...." kata Shinnosuke dengan suara menggelegar
," ckckckc.....berhati hatilah dengan sikap anda Tuan Shinnosuke,kali
ini bukan anda yang memegang kendali "tegur Maya. Tangan Shiori memegang
tangan ayahnya ,meminta ayahnya menenangkan diri.
"
Apa keinginanmu Maya "Tanya Shiori ," permintaanku Nyonya Hiyami sama
yang anda aju kan 2 tahun yang lalu " kata Maya sambil menyuruh Stephani
memberikan sebuah berkas pada nona Shiori ,SHiori sudah menduganya
ketika ia melihat berkas yang diberikan Maya adalah surat cerai ,ketika
ia melihat Maya masuk dalam ruangan ini,Shiori tak pernah menyangka ini
,Maya yang dulu dianggapnya lemah bisa membalasnya seperti ini .
"
jika aku tak mau " kata Shiori ," selain kehilanggan harta kalian ,aku
akan memberikan kebebasan pada anda ,pilih antara kakek atau ayah anda yang masuk penjara " kata Maya ." Kau .....kejam " kata Shiori yang tanpa disadarinya langsung berdiri .Tapi
mendengar itu Maya tertawa dingin dengan sorot mata menajam " jangan
kuatir nona shiori ada yang lebih kejam dari aku misalnya mencuri donor
jantung untuk seseorang yang sedang sekarat " Shiori jatuh terduduk ,tahu bahwa ia kalah.
Shiori
mengejar Maya " Tunggu Maya ,,,ada yang ingin aku tanyakan " kata
Shiori ,Maya menoleh dengan pandangan bertanya " dulu saat kita bertemu
kamu pernah berkata aku tidak mengerti sesuatu ,sebenarnya apa itu ?"
tanya Shiori . Maya tersenyum dan menjelaskannya " mencintai seseorang
hanya lah urusan satu orang ,menjalin hubungan dan menikah adalah hal
yang dilakukan bersama ,ibarat rumah ,cinta dan kepercayaan butuh
kerjasama keduanya berhasil .Tidakkah kamu menderita selalu bertahan
sendirian " lanjut Maya .Tanpa menunggu reaksi Shiori Maya melangkah
"tunggu " kata Shiori ." satu pertanyaan lagi " apakah ...kamu pernah
bersamanya " Kata shiori pelan ,Maya menatap bingung Shiori mengulang
pertanyaannya " apakah kamu pernah melakukannya bersama Masumi ?"
,sesaat Maya tampak ragu kemudian tersenyum " Tidak ,selama Masumi
menjadi suamimu aku tak pernah melakukannya " Kemudian Maya keluar dari
gedung Takamiya .Shiori pucat pasi " mereka melakukannya " dengan
perasaan kalah ,ia melangkah memasuki kantor ayahnya .
*****************************************
Shiori
menunggu Masumi di ruang kerjanya ,ia duduk terdiam disofa tanpa
berkata apa apa ,ia telah menandatangani surat cerai dan sekarang ia
membawanya kemari .Shiori tetap memegang surat cerai beberapa kali ia
mempererat pegangannya seakan ragu memberikannya pada Masumi .
Hingga
hari ini ia masih berharap Masumi membuka dirinya dan menerima cintanya
walaupun Shiori merasa Masumi semakin jauh tapi ia masih berusaha ,tapi
hari ini Shiori harus mengakui pernikahannya telah berakhir,Setetes air
mata jatuh di tangan Shiori ,menangisi cintanya yang bertepuk sebelah
tangan .
Masumi
memasuki ruangannya ,terkejut melihat ' istrinya ' seakan tidak
menyadari kedatangannya karena melamun,ia tahu bahwa Shiori menunggunya
hampir 1 jam " Shiori,Maaf tadi ada tamu ,ada keperluan apa hingga
mencariku " kata Masumi.Shiori tersenyum ,seperti mengejek dirinya
sendiri " aku istrimu ,dan kamu bertanya seakan aku rekan kerja yang
sedang melakukan transaksi" Masumi nampak diam sejenak ,kemudian
menjawab pelan " bukannya pernikahan kita memang perjanjian bisnis ".
Shiori
langsung menatap Masumi dengan pandangan terluka dan bertanya "itu kah
sebabnya kamu tak pernah menganggapku istri ?" Masumi memandang keluar
dari jendela ,Shiori bisa memandang wajah Masumi dari pantulan jendela
,wajah penuh kesedihan . Beberapa saat tidak ada yang bicara " aku
teringat pertama kali bertemu denganmu " kata Masumi " menggunakan
kimono ,kamu kelihatan cantik " lanjutnya " sesaat aku terpana dan
terpesona ,kamu memiliki kecantikan berbeda dari kecantikan yang aku
lihat tiap hari " Masumi menerawang seakan menembus kenangan "Kemudian
aku melihatmu membantu Maya yang terjatuh dan kamu memberikan
saputanganmu untuk membersihkan lukanya " Masumi tersenyum " saat itu
aku berpikir mungkin aku takkan mencintainya tapi dengan kelembutannya
aku bisa belajar hidup dengannya sehingga aku setuju bertunangan
denganmu " Tapi semua berubah ,kamu berubah menjadi
wanita yang tidak aku kenal" lalu ia berbalik memandang Shiori " apakah
kamu tahu ,aku tak pernah berniat mengaku bahwa akulah Mawar Ungu ,tapi
karena dirimu aku mengaku padanya,karena apa yang kamu lakukan padanya
aku mengaku " Masumi memandang Shiori yang terkejut "seandainya kamu
tidak melakukan apa pun ,aku takkan mengaku dan mungkin kita memiliki
pernikahan yang bahagia " kali ini Shiori memucat .
"
Apakah kesalahanku begitu besar hingga kamu tidak mau memaafkan aku
"kata shiori " mungkin ,jika kamu tidak melakukannya 2 tahun yang lalu
"kata Masumi ,ia tersenyum ketika melihat Shiori hendak membantah "
sejak kamu muncul di rumah sakit ,aku tahu kalau kamu terlibat " .Shiori
terdiam sesaat " kamu juga sering melakukannya ,Jangan katakan sebagai
direktur daito kamu tak pernah melakukan hal yang sama ? " Tanya Shiori
,Masumi memandangnya " iya ,kamu benar aku melakukannya ,tapi aku
melakukannya pada lawan lawanku ,bukan pada orang yang aku cintai " kata Masumi .Shiori terhenyak ,terngiang kata kata Maya "Jika aku saja bisa menangkapnya ,menurutmu apakah Masumi merasakan juga? Dia jauh lebih pandai dariku " .
Shiori
mendekati meja kerja Masumi dan meletakan berkas penceraian itu diatas
meja " ini untukmu " kata Shiori .Masumi mendekat dan membacanya ,ia
terkejut tapi sebelum berkomentar ,Shiori berkata " Maya yang
melakukannya ,ia menukar ini dengan kebebasan ayahku " kata shiori "
bercerai denganmu atau ayah masuk penjara " terang Shiori . Ia menatap
Masumi " jika Maya itu bukan suatu kesalahan kan ? Jika aku yang
melakukan itu merupakan kesalahan" Masumi
hendak menjawab " jangan ,jangan mungkin lebih baik aku tak tahu apa
jawabanmu ,karena apa pun jawabanmu itu tetap akan membuatku sakit hati "
selesai berkata demikian shiori menuju pintu " Shiori " panggil Masumi "
Maafkan aku ....maafkan aku "Shiori hanya berhenti sejenak sebelum
keluar dari ruangan itu .
Masumi
mengetuk pintu kamar Maya ,Maya yang membukanya ,ternyata di dalam ada
Albert ,Tony dan Stephany.Melihat Masumi yang datang ketiganya langsung
sibuk memasukkan barang barang mereka bersiap untuk mengundurkan diri ."
Maya apa yang kamu lakukan " tanya Masumi dengan suara penuh kemarahan
.Ketiga orang itu langsung menghentikan kegiatannya " aku melakukan apa
yang harus aku lakukan " kata Maya dengan dingin ." itu berbahaya
,apakah kamu menyadarinya ,Takamiya tidak bisa diremehkan ,kenapa kamu
tidak mempercayaiku " kata Masumi dengan perasaan terluka dan memegang
lengan Maya "jadi seumur hidupku apakah aku harus selalu lemah " kata
Maya ,berusaha melepaskan dari Masumi " kamu selalu bertanya apakah aku
mempercayaimu tapi kamu sendiri apakah percaya aku " dengan sekuat
tenaga Maya melepaskan dirinya menatap Masumi dengan terluka " melihat
reaksimu kau juga tidak mempercayaiku " pegangan itu terlepas Maya
berlari keluar dari kamar .
"
Dasar brengsek ..." maki Toni sambil mendekati Masumi ,tapi belom
selesai ia bicara . Sebuah tinju melayang ke arah Masumi ,yang
membuatnya terjatuh .Tony hanya bisa melongo ketika mengetahui bahwa
Albert telah memukul Masumi demikian pula Stephani yang dari tadi hanya
berdiri diam .
"
Apakah kamu tahu bagaimana Maya melewati dua tahun ini ,tak peduli dia
terluka ,tak peduli dia keletihan ataupun tidak suka ,ia tetap berjuang
karena ia ingin kembali ke sisi anda secepatnya." kata Albert "
menurutmu kenapa kami bertahan di " peperangan " yang bahkan bukan milik
kami ,karena Kami merasakan kesungguhan Maya " lanjut albert " Maya
berhati lembut menurutmu dia tidak menderita melakukan sesuatu yang
melukai orang lain" Tony menyahut "Menurutmu kami disini karena apa ?
Kami menghiburnya, dari tadi Maya menangis " Masumi yang dari tadi
berdiri diam langsung keluar dari kamar tanpa mengucapkan apa apa .
"
hei..." kata Tony hendak mengejar Masumi tapi ditahab Albert ,Albert
tampak tersenyum" apa yang kamu lakukan ,biarkan saja ,Masumi mencari
Maya " Tony hanya bisa ber oh begitu pula Sthephani ." lebih baik saya
beristirahat saja ,entah kenapa saya merasa capek " kata Stephani ,yang
disambut ketawa Tony " capek apa ,daritadi kamu diam saja ,tidak
membantu " ,Sthephani hanya tersenyum masam dan menjawab " aku kan tidak
bisa bahasa Jepang seperti kalian ,jadi mana ngerti omongan kalian "
katanya Albert hanya bisa geleng geleng kapala .Dihatinya Albert merasa
sedih karena terasa sesuatu yang hilang .
Masumi
berlari menyelusuri jalan ,Maya belum ditemukannya ,di Apertement gadis
itu tidak ada ,ia telah menelpon Studio Kid dan mendapat jawaban maya
tidak ada di sana ,Masumi juga telah menelpon teman teman Maya dan tak
seorangpun yang tahu " Maya ,kamu ada dimana ? " tanya Masumi ,ia bahkan
pergi ke taman dimana ia pernah bermain perahu dengan Maya ,tapi Maya
jelas tidak kelihatan .
tiba
tiba Masumi berhenti dan berteriak " Ayunan " sehingga beberapa orang
yang didekatnya melonjak kaget .Tapi Masumi telah berlalu.
Maya
menggerakkan ayunan yang didudukinya dengan pelan ,air matanya mengalir
ia merasa marah dan sedih karena sikap Masumi ," Masumi jahat " kata
Maya tiba tiba ," kenapa tak pernah mau mendengarkan aku ,selalu
semaunya sendiri ,MASUMI JAHATTTTTTTTTTT " teriak Maya kesal .
"Maafkan
aku ,aku tak bermaksud melukaimu " Kata Masumi yang tiba tiba muncul di
hadapan Maya .Gadis itu mengusap air matanya dan memandang marah pada
Masumi " pergi sana ,aku nggak Mau bertemu denganmu lagi ,pergi sana"
Masumi berlutut di depan Maya dan " dengarkan aku ,Mungil ,aku minta
maaf "Maya menoleh tidak mau melihat Masumi " pergi ,bukannya kamu marah
karena aku meminta Shiori bercerai denganmu ,pergi " kata Maya terluka
.Masumi memeluk Maya ,gadis itu langsung memberontak sekuat tenaga tapi
sayang pertemuannya dengan keluarga Takamiya sudah menguras tenaganya
,apalagi sesudahnya Maya menangis dan berlari .Sebentar saja Maya sudah
kehabisan tenaga ,apalagi Masumi semakin mempererat dekapannya setiap
kali Maya meronta .
"lepaskan
aku " kata Maya setelah berhenti berontak .Masumi yang tadi
melonggarkan pelukannya saat maya tidak lagi berontak semakin mepererat
pelukannya ." Maya dengar ....dengarkan aku dulu " kata Masumi " aku
hanya tak ingin terjadi apa apa denganmu ,Takamiya bukan lawan yang bisa
diremehkan " kata Masumi "Karena dirimu ,aku bisa bertahan hingga hari
ini ,karena aku mencintaimu ,aku hidup sampai sekarang " kata Masumi
,disembunyikan wajahnya di bahu Maya " jika terjadi apa apa denganmu
,apa yang harus aku lakukan ? " ,ia menjauhkan diri dari Maya ,air mata
Maya belum kering ,Masumi mengusapnya " jika aku kehilangan dirimu
,bagaimana aku bisa hidup "kata Masumi lembut tapi entah kenapa Maya
bisa merasakan ketakutan Masumi " Maaf ,aku tidak bermaksud kasar ,aku
hanya kalut ,mereka takkan melepaskanmu dengan mudah " Maya tersenyum "
mereka takkan bisa berbuat macam macam denganku ,William akan pastikan
itu " Kata Maya " Masumi ,aku melakukannya karena aku harus melakukannya
,bukan hanya dirimu tapi juga untukku " kata maya ," aku menyukai
pelindunganmu membuatku merasa disayang ,dibutuhkan dan dimiliki "
lanjut Maya " tapi dilain pihak aku juga ingin sejajar denganmu ,aku
juga ingin bisa melindungimu walau hanya sekali ,aku ingin melakukannya
,aku mohon jangan marah karena aku mencintaimu dan berpisah denganmu
seperti hidup di neraka " kata Maya sambil memeluk Masumi lagi ," aku
tidak marah ,kumohon jangan berbuat sesuatu yang membuatku khawatir "
"
aku sudah menandatangani surat cerai itu " kata Masumi ketika mereka
sampai di apertemen Maya ,Masumi memandang lekat Maya ,membuat maya
salah tingkah dan merona " apa yang anda lakukan "kata Maya masih
tersipu .Masumi tersenyum " memandang milikku " kata Masumi sambil
merangkul Maya dan mulai menciumi wajah Maya ,Maya mengalungkan
tangannya ke leher Masumi membuat ciuman itu menjalar kemana mana ,pipi
,dahi ,hidung dan bibir Maya menjadi sasaran ciuman Masumi ,tapi itu tak
cukup Masumi mulai menciumi leher Maya ,tangannya mulai bergerak
membuka Baju Maya satu per satu ,tapi tangan Maya juga tidak diam
setelah berhasil membuka jas dan dasi Masumi ,Maya mulai membuka kancing
Masumi ,tapi mungkin karena kurang pengalaman Maya kesulitan membukanya
.Kedua melepas ciuman mereka dan nafas mereka tampak memburu, ia
mengangkat Maya dan membawanya kekamar. Memandang Maya yang hanya
menggunakan pakaian dalam, membuat hasratnya bangkit dibukanya kemejanya
dengan kasar hingga beberapa kancing kemejanya lepas ,tapi Masumi tidak
peduli, ia berbaring di samping maya ,kembali mencium maya hingga ia
merasa melayang, berenang di lautan asmara hingga tidak memeperdulikan
hal lainnya .
Maya
terbangun ,badannya terasa pegal pegal ,Masumi seakan tidak pernah puas
,mereka bercinta semalaman entah berapa kali ,Maya merona .Dilihatnya
Masumi tertidur pulas ,Maya tersenyum dan mengecup pipi Masumi ,tak ada
reaksi ,Masumi benar benar tidur nyenyak .Dilihatnya jendela ufuk timur
memerah tanda pagi menjelang menghiasi cakrawala .Maya memandang kagum
sudah lama ia tidak memandang langit seindah ini . Ia bangkit tiba tiba
terasa haus .Ia menoleh ke penjuru kamar ,dan tidak melihat bajunya
.Wajah Maya memerah ketika menyadari bajunya berada diruang tamu
,kembali dikenakannya kemeja Masumi dan keluar kamar .
Masumi
terbangun ,ia kebingungan ketika tidak melihat Maya ,tiba tiba Masumi
merasa takut disambarnya celana dan dikenakan keluar ,ia tersenyum
ketika melihat Maya memandang langit " ia menoleh ke Masumi dan
tersenyum " Masumi lihatlah pagi ini langit tampak indah " Masumi sesaat
tak bergerak .Matanya melembut Maya tampak luar biasa cantik dengan
sinar matahari yang menyinari wajah dan tubuhnya .Maya nampak seperti
Bidadari pikir Masumi ,tersenyum Masumi bergumum pelan " Bidadari Merah
milikku " sambil mendekati Maya dan memeluknya dari belakang .Beberapa
saat mereka diam menikmati hangatnya sinar mentari pagi .
Masumi
mulai menciumi Maya, membuat Maya meronta ," Masumi tidakkah anda harus
ke kantor" tanya Maya ,"Ahh ,mulai bersifat seperti istri" kata Masumi
menggoda Maya hingga Maya bersemu merah. Kemudian tanpa disangka sangka
Masumi menggendongnya seperti dulu ketika dipaksa balik ke rumah Masumi.
Maya yang terkejut berteriak dan memukul punggung Masumi yang berada di
depannya ' Masumi apa yang kamu lakukan " katanya jengkel dan memukul
Masumi Lagi " turunkan ak..." kata katanya terputus ketika Masumi
menghempaskan pelan ke tempat tidur dan secepat kilat menindih Maya "
Masumi ...." kata Maya pelan ketika Masumi membiarkannya bernafas
setelah mencium bibirnya lama " bukannya... anda harus ...ke ...kantor
"kata Maya terbata bata karena Masumi menggelitik
telinga Maya dengan ciumannya " benar....." kata Masumi di telinga
Masumi " karenanya ...aku ingin kemejaku kembali " kata Masumi dan
menutup bibir Maya dengan ciuman panjang .
( The End )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar